Indonesia Cetak Sejarah BPOM Raih Status WHO Listed Authority

 

Indonesia Cetak Sejarah BPOM Raih Status WHO Listed Authority

Indonesia baru saja mencatatkan prestasi besar di dunia kesehatan global. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM telah resmi mendapatkan pengakuan WHO Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Sebuah status yang menunjukkan bahwa sistem regulasi obat dan vaksin Indonesia memenuhi standar internasional tertinggi. Pencapaian ini bukan cuma prestise ini membawa Indonesia sejajar dengan regulator kelas dunia seperti Amerika Serikat dan Australia.

Apa Itu Status WHO Listed Authority dan Kenapa Penting

Status WHO Listed Authority merupakan pengakuan yang diberikan oleh WHO kepada otoritas regulasi suatu negara yang sistem pengawasannya telah diuji dan terbukti sesuai standar global dalam hal kualitas, keselamatan, dan efektivitas produk kesehatan. 

WLA menandakan bahwa suatu badan regulasi berada di level tertinggi dalam penetapan aturan dan pengawasan obat serta vaksin.

Dengan status ini, otoritas seperti BPOM dianggap setara dengan badan regulator top dunia. Artinya Indonesia kini terdaftar bersama negara-negara maju yang lebih dulu menerima status WLA, memperluas kepercayaan terhadap produk kesehatan yang dihasilkan di Indonesia sekaligus memperkuat kerjasama internasional.

Bagaimana Proses Penetapan Status Itu Terjadi

Pencapaian status WLA bukan sesuatu yang instan. Proses penilaian oleh WHO melalui serangkaian evaluasi ketat terhadap berbagai aspek, termasuk tata kelola kelembagaan, kompetensi teknis, transparansi, independensi dalam pengambilan keputusan, serta konsistensi kinerja jangka panjang. 

Semua ini harus memenuhi standar yang sangat tinggi sebelum status itu diberikan.

Indonesia bukanlah negara pertama yang memenuhi syarat ini, tapi menjadi yang pertama dari kelompok negara berkembang yang berhasil mengklaim status tersebut melalui sistem regulasi yang kuat dan konsisten. Capaian ini sendiri merupakan hasil kerja panjang dari berbagai pihak, termasuk BPOM serta dukungan kebijakan nasional.

BPOM Bersanding dengan Regulator Terbesar di Dunia

Dengan masuknya BPOM ke dalam daftar otoritas WLA, Indonesia kini berada di barisan yang sama dengan regulator dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara-negara Eropa lainnya. 

Ini bukan sekadar simbol pengakuan ini membuka jalur agar produk farmasi dan vaksin yang melewati pengawasan BPOM mendapatkan kepercayaan global.

Beberapa manfaat penting lainnya dari status WLA ini antara lain memperluas peluang ekspor obat dan vaksin Indonesia ke pasar global, serta meningkatkan percepatan masuknya produk tersebut ke dalam rekomendasi WHO yang dapat membantu negara-negara lain dalam menyediakan obat dan vaksin yang aman serta efektif.

Bagaimana Ini Mempengaruhi Industri dan Masyarakat

Pencapaian BPOM ini berdampak strategis bagi banyak pihak. Industri farmasi nasional kini punya bukti tentang kualitas regulasinya di panggung global, yang sangat penting dalam menggaet investor asing sekaligus membuka peluang ekspor produk buatan Indonesia. Peluang ini otomatis turut menguatkan perekonomian nasional di sektor kesehatan.

Dari sisi masyarakat, kepercayaan publik terhadap obat dan vaksin produksi dalam negeri diperkirakan akan meningkat. Dengan pengawasan yang diakui secara global, masyarakat bisa merasa lebih aman terhadap apa yang mereka konsumsi, terutama di saat kebutuhan akan produk kesehatan yang berkualitas sedang menjadi fokus utama dunia sejak pandemi.

Peran Pemimpin dan Tim BPOM dalam Kesuksesan Ini

Kesuksesan ini tak lepas dari peran strategis Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, yang memimpin lembaga ini melalui reformasi regulasi yang berbasis sains, transparan, dan dapat diandalkan. 

Ia dan timnya menekankan pentingnya integritas kelembagaan serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan sistem regulasi yang benar-benar kuat dan sesuai standar internasional.

Pendekatan ini termasuk meningkatkan laboratorium nasional, memodernisasi proses pengujian, serta memperkuat mekanisme pengawasan dan uji klinik yang sebelumnya juga menjadi bagian dari persiapan mendapatkan WLA.

Tantangan dan Tanggung Jawab ke Depan

Meski telah meraih status WLA, tantangan bagi BPOM belum usai. Menjaga konsistensi dalam kinerja regulasi tetap menjadi prioritas utama. WHO sendiri menilai bahwa status ini bukan sekadar pencapaian, tapi juga amanat untuk terus mempertahankan standar tinggi tersebut dalam jangka panjang.

BPOM juga diharapkan terus memperkuat kerjasama global, berbagi informasi dengan badan regulator lain, serta menyelaraskan kebijakan internasional yang bisa memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap produk kesehatan terbaik. 

Pencapaian status WHO Listed Authority oleh BPOM adalah momen bersejarah bagi Indonesia. Tidak hanya menempatkan negara sejajar dengan regulator kelas dunia, tapi juga membuka peluang baru bagi industri farmasi nasional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk kesehatan dalam negeri. 

Ini adalah bukti nyata bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan standar ilmiah yang kuat, institusi Indonesia bisa bersinar secara global — dan memberi manfaat yang luas bagi rakyatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Dampak Banjir dan Longsor di Sumatera Makin Berat

Mendag Indonesia Ajak Dunia Perkuat Komitmen Politik untuk Reformasi WTO

Viralnya Broken Strings karya Aurelie Moeremans dan Reaksi Publik