Banjir Jakarta Rendam 125 RT dan 14 Ruas Jalan Warga Masih Terdampak
Jakarta kembali dilanda banjir pada Jumat pagi setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah DKI Jakarta dan kawasan sekitarnya sejak Kamis malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga pagi ini masih terdapat 125 rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan yang terendam air dengan ketinggian berbeda-beda. Pemerintah dan tim penanganan sedang berupaya mengendalikan genangan dan membantu warga yang terdampak kondisi ini.
Fenomena banjir yang terjadi ini memiliki dampak langsung terhadap mobilitas warga, infrastruktur transportasi, serta aktivitas sosial ekonomi di beberapa wilayah Ibu Kota. Selain itu, sejumlah warga juga harus mengungsi ke tempat penampungan sementara sebagai respon darurat terhadap naiknya permukaan air.
Penyebab Genangan Masih Meluas di Berbagai Wilayah Jakarta
Curah Hujan Tinggi dan Luapan Sungai
BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa hujan deras sejak Kamis malam memicu genangan di 125 RT yang tersebar di beberapa wilayah.
Faktor utama adalah curah hujan tinggi yang menimbulkan limpasan air deras ke permukaan tanah dan sistem drainase, sehingga sejumlah kawasan permukiman dan sejumlah ruas jalan utama terendam.
Selain itu, air dari beberapa aliran sungai seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan aliran-aliran kecil lain ikut meluap dan memperparah kondisi banjir di sejumlah titik. Luapan sungai yang tidak dapat menampung volume air yang meningkat menyebabkan genangan air tidak segera surut.
Sistem Drainase dan Kapasitas Saluran Air
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kapasitas saluran drainase di beberapa titik Jakarta belum mampu menahan volume air yang banyak. Hal tersebut diperburuk oleh penyumbatan saluran karena sampah dan endapan yang menghambat aliran normal sistem drainase. Hambatan ini membuat banjir lebih lama bertahan di permukiman.
Wilayah yang terdampak genangan tidak hanya mencakup bagian utara dan selatan, tetapi juga barat dan timur Jakarta. Rata-rata genangan terjadi di daerah permukiman padat penduduk yang akses drainasenya kerap menjadi sorotan saat musim hujan.
Wilayah yang Paling Terdampak dan Kondisi Terbaru
Sejumlah Wilayah dengan Genangan Parah
BPBD mencatat data sejumlah wilayah dengan jumlah RT terdampak cukup signifikan. Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah RT terdampak tertinggi sebanyak 55 RT, diikuti oleh Jakarta Barat 38 RT, Jakarta Timur 30 RT, dan Jakarta Utara 2 RT.
Ketinggian air di beberapa titik genangan bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter pada puncaknya saat hujan deras mengguyur. Tinggi air yang beragam ini membuat beberapa ruas jalan mengalami hambatan signifikan bagi kendaraan bermotor dan pejalan kaki.
Beberapa ruas jalan terdampak banjir termasuk Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya, Basoka Raya dan Jalan Kebon Pala II, yang mengakibatkan arus lalu lintas melambat hingga mengalami kemacetan parah.
Pengungsian dan Dampak Sosial
Selain genangan di permukiman, kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi penampungan sementara. BPBD mencatat sekitar 387 orang telah dipindahkan ke tempat aman, dengan jumlah terbesar berada di Jakarta Pusat, diikuti oleh Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
Tempat pengungsian darurat umumnya didirikan di fasilitas umum seperti masjid, aula, dan ruang terbuka publik yang relatif aman dari dampak banjir. Koordinasi antara BPBD, lurah, camat, serta dinas terkait difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar penyintas seperti makanan, air bersih dan sanitasi.
Upaya Penanganan oleh Pemerintah dan BPBD
Koordinasi Penanganan Banjir
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD DKI Jakarta bersama instansi teknis seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan telah menurunkan personel untuk memantau kondisi genangan di titik-titik terdampak.
Mereka juga melakukan upaya penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi untuk mempercepat surutnya genangan.
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan kelurahan untuk memberikan bantuan kebutuhan logistik, termasuk bantuan makanan dan fasilitas dasar lainnya. Langkah cepat ini diharapkan meringankan beban warga terdampak banjir.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang berada di kawasan rawan genangan untuk tetap waspada, berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, serta memantau laporan cuaca terbaru. Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 jika menemukan keadaan darurat yang membutuhkan respon cepat dari instansi terkait.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mencoba menerobos genangan air yang tinggi atau deras, karena hal ini bisa membahayakan keselamatan baik bagi pengendara maupun pejalan kaki.
Prospek Surutnya Banjir dan Harapan Warga
Pihak BPBD menargetkan dalam beberapa jam ke depan, genangan air di wilayah terdampak akan mulai surut seiring berkurangnya curah hujan dan optimalisasi kerja saluran drainase. Masyarakat berharap kondisi ini segera membaik dan aktivitas kembali normal tanpa hambatan signifikan.
Secara umum, banjir yang melanda Jakarta ini menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan terhadap masalah tata kelola air dan drainase di kota yang sering mengalami hujan deras. Koordinasi antara pemerintah daerah dan warga terus menjadi kunci utama dalam menangani bencana banjir di Ibu Kota.

Komentar
Posting Komentar